您现在的位置是:龙雕凤咀网 > ekonomi
SKY388 Menkeu belum berencana naikkan harga BBM subsidi imbas harga minyak
龙雕凤咀网2026-04-07 09:08:06【ekonomi】9人已围观
简介Nanti setelah sebulan, kami prediksi harga minyak seperti apa sehingga kami bisa mengambil kebijakan SKY388
Nanti setelah sebulan,SKY388 kami prediksi harga minyak seperti apa sehingga kami bisa mengambil kebijakan yang pas
Jakarta (ANTARA) - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan bahwa pemerintah saat ini belum berencana menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) subsidi di tengah kenaikan harga minyak dunia akibat konflik Amerika Serikat (AS) dan Israel vs Iran.
“Sampai sekarang belum ada kebijakan untuk mengubah subsidi BBM, dalam pengertian menaikkan harga BBM,” kata Purbaya kepada wartawan di Jakarta, Senin.
Purbaya mengatakan pasokan minyak di dalam negeri masih cukup aman, sebagaimana pernyataan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia.
Purbaya menyebut rerata perkembangan harga minyak dunia masih di bawah kapasitas maksimal Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Artinya, kata Menkeu, APBN masih memadai untuk menahan dampak volatilitas harga minyak.
Meski begitu, dia memastikan akan memantau perkembangan dalam sebulan ke depan dan mengambil keputusan ketika dibutuhkan.
“Sekarang belum saatnya mengambil keputusan, karena uangnya masih cukup,” tambahnya.
Bendahara negara pun berharap masyarakat tetap tenang dan meyakini kebijakan pemerintah dalam menavigasi gejolak dunia. Terlebih, Indonesia sudah pernah mengalami lonjakan harga minyak sebelumnya.
“Kita lihat kondisi seperti apa. Nanti setelah sebulan, kami prediksi harga minyak seperti apa sehingga kami bisa mengambil kebijakan yang pas. Anda percaya saja, saya cukup pintar, kok. Kita sudah mengalami harga minyak tinggi beberapa kali, nggak hancur negaranya, kan. Kenapa? Karena kebijakannya pas,” tuturnya.
Dalam kesempatan terpisah, Bahlil menegaskan bahwa pasokan BBM masih andal untuk memenuhi kebutuhan masyarakat pada periode puasa dan Idul Fitri. Dia pun menjamin harga BBM bersubsidi, Pertalite, tidak akan naik meskipun harga minyak dunia menembus 118 dolar AS per barel.
Diberitakan oleh Sputnik, harga minyak mentah jenis Brent mencapai 118 dolar AS per barel untuk kali pertamanya sejak 17 Juni 2022.
Harga tersebut lebih tinggi apabila dibandingkan dengan rata-rata harga minyak pada Januari 2026, di mana jenis Brent (ICE) sebesar 64 dolar AS per barel, dan US WTI berada di angka 57,87 dolar AS per barel.
Baca juga: Harga minyak meroket, Bahlil percepat mandatori campuran etanol ke BBM
Baca juga: Bahlil: Harga Pertalite tak naik meski minyak dunia capai 118 dolar AS
Baca juga: Harga BBM Pertamina, Shell, bp, Vivo stabil pada pekan kedua Maret
Pewarta: Imamatul Silfia
Editor: Faisal Yunianto
Copyright © ANTARA 2026
很赞哦!(8)
相关文章
- Penjualan tiket FIFA Series 2026 dibuka, mulai Rp150 ribu
- Sergio Castel tak alami cedera serius seusai laga kontra Persebaya
- Pelatih Persib enggan komentar banyak usai imbang 2
- Malut United dan PSM Makassar berbagi satu poin di Ternate
- Suporter PSM dilarang hadir saat Malut United vs PSM Makassar
- Perkelahian final kompetisi Brasil berujung 23 pemain dikartu merah
- Iran klaim gelombang serangan ke
- Bhayangkara FC petik empat kemenangan beruntun
- Juventus tumbangkan Pisa setelah evaluasi taktik
- Absen lawan Borneo, pelatih ungkap Mauro Zijlstra alami cedera paha
热门文章
站长推荐

Suporter PSM dilarang hadir saat Malut United vs PSM Makassar

Milo sebut Persis butuh satu permainan terbaik untuk menang

Menang derbi della madonnina, Milan dekati Inter

Pelatih Persib: Laga lawan Persebaya akan berlangsung sengit

Persis Solo jaga asa bertahan setelah kalahkan Persik 2

Borneo bersyukur bawa pulang satu poin dari kandang Persija

Prabowo sebut sikap non

Suporter PSM dilarang hadir saat Malut United vs PSM Makassar